TenagaSurya

Pentingnya Pengembangan Industri Sel Surya Dalam Negeri – energiterbarukan.net

Posted in Solar Panel by TenagaSurya on July 28, 2009

Pentingnya Pengembangan Industri Sel Surya Dalam Negeri Diupload Oleh Awang Riyadi    Friday, 18 January 2008 energiterbarukan.net. Sel surya atau dalam dunia internasional lebih dikenal sebagai solar cell atau photovoltaic cell, merupakan sebuah peranti semikonduktor yang memiliki permukaan luas dan mampu merubah cahaya (sinar matahari) menjadi energi listrik. Potensi pemanfaatan yang luas dan terbukanya pasar yag cukup besar terutama untuk kebutuhan listrik daerah terpencil di Indonesia, seharusnya dapat menjadi stimulus dunia riset dan industri dalam pengembangan teknologi produksi sel surya di Indonesia. Kata photovoltaic berasal dari bahasa Yunani photos yang berarti cahaya dan volta yang merupakan nama ahli fisika dari Italia yang menemukan tegangan listrik. Secara sederhana dapat diartikan sebagai listrik dari cahaya. Photovoltaic merupakan sebuah proses untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Efek photovoltaic pertama kali berhasil diidentifikasi oleh seorang ahli Fisika berkebangsaan Prancis Alexandre Edmond Becquerel pada tahun 1839. Baru pada tahun 1876 , William Grylls Adams bersama muridnya, Richard Evans Day menemukan bahwa material padat selenium dapat menghasilkan listrik ketika terkena paparan sinar. Meskipun selenium gagal  mengkonversi cukup listrik dari cahaya untuk menjalankan suatu peralatan, mereka berhasil membuktikan bahwa material padat dapat menghasilkan listrik tanpa panas ataupun bagian yang bergerak. Pada perkembangan berikutnya seorang peneliti bernama Russel Ohl berhasil mengembangkan teknologi sel surya dan dikenal sebagai orang pertama yang membuat paten peranti solar cell modern. Pada tengah hari yang cerah radiasi sinar matahari mampu mencapai 1000 watt permeter persegi. Jika sebuah piranti semikonduktor seluas satu meter persegi memiliki efisiensi 10 persen, maka modul sel surya ini mampu memberikan tenaga listrik sebesar 100 watt. Saat ini modul sel surya komersial memiliki efisiensi berkisar antara 5 hingga 15 persen tergantung material penyusunnya. Tipe silikon kristal merupakan jenis piranti sel surya yang memiliki efisiensi tinggi meskipun biaya pembuatannya relatif lebih mahal dibandingkan jenis sel surya lainnya. Masalah yang paling penting untuk merealisasikan sel surya sebagai sumber energi alternatif adalah efisiensi peranti sel surya dan harga pembuatannya. Efisiensi didefinisikan sebagai perbandingan antara tenaga listrik yang dihasilkan oleh peranti sel surya dibandingkan dengan jumlah energi cahaya yang diterima dari pancaran sinar matahari. Pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS) sebenarnya tergantung pada efisiensi konversi energi dan konsentrasi sinar matahari yang diterima sel tersebut. Professor Smalley, peraih Nobel bidang kimia, menyatakan bahwa teknologi nano menjanjikan peningkatan efisiensi dalam pembuatan sel surya antara 10 hingga 100 kali pada sel surya. Indonesia sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadikan sel surya sebagai salah satu sumber energi masa depan mengingat posisi Indonesia pada garis khatulistiwa yang memungkinkan sinar matahari dapat optimal diterima di di hampir seluruh Indonesia sepanjang tahun. Dalam kondisi puncak atau posisi matahari tegak lurus, sinar matahari yang jatuh di permukaan panel surya di Indonesia seluas satu meter persegi akan mampu mencapai 900 hingga 1000 Watt. Dan yang lebih menakjubkan lagi, total intensitas penyinaran perharinya di Indonesia mampu mencapai 4500 watt hour per meter persegi yang membuat Indonesia tergolong kaya sumber energi matahari ini. Dengan letaknya di daerah katulistiwa, matahari di Indonesia mampu bersinar hingga 2.000 jam pertahunnya. Di sisi lain, topografi dan geografi wilayah Indonesia tidak memungkinkan kebutuhan listrik dipenuhi melalui jaringan ( grid) konvensional. PLTS adalah solusi bagi daerah terpencil untuk menikmati listrik. Rasio elektrifikasi yag masih rendah, merupakan salah satu indikasi peluang pasar bagi sel surya yang terbuka lebar. Dengan kondisi yang sangat potensial ini sudah saatnya pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga penelitian serta dunia industri bersinergi mengembangkan teknologi produksi sel surya di dalam negeri sehingga Indonesia tidak  hanya sekedar sebagai pasar, namun dapat memanfaatkan pasar dalam negeri yang cukup besar untuk tumbuhnya industri sel surya. @Yc Terakhir diperbaharui ( Friday, 18 January 2008 )  

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] by TenagaSurya in Solar Panel. Leave a Comment Fri,Jan.18,2008:Clearinghouse Energi terbarukan dan Konservasi Energi – Pentingnya Pengembangan Industri Sel S… 367§ Possibly related posts: (automatically generated)Menanti Program Insentif Pemerintah dalam […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: